Kamis, 26 Maret 2015

Resensi dan Sinopsis Film The Godfather

(Al-Pacino Sebagai Michael Corleone)

Film The Godfather (Trilogi) bercerita tentang keluarga Don Vito Corleone, pria pemurah yang tak kenal ampun dalam meraih dan mempertahankan kekuasaan. Vito Corleone (Marlon Brando) memiliki empat orang anak, yaitu Santino alias Sonny, Fredo, Michael (Al Pacino), dan Connie Corleone. Keluarga Corleone adalah salah satu keluarga mafia Italia yang tinggal di Amerika. Dalam film ini diceritakan Godfather adalah pria yang “logis” dan adil. Ia memimpin mafia yang menguasai berbagai kegiatan bisnis ilegal, perjudian, taruhan pacuan kuda, dan serikat buruh. Ia memberikan persahabatannya tanpa ada yang berani menolak, serta menentukan mana yang benar dan salah. Menurutnya, pembunuhan halal dilakukan demi keadlian.

Keluarga mafia sedang mengalami perang dingin yang menyebabkan terjadi perang antar geng. Sampai suatu ketika, perang dingin ini membuat Vito Corleone tertembak. Kondisi Vito Corleone yang sedang sakit membuat Sonny sebagai anak pertama mengambil alih posisi kepala keluarga. Namun, Sonny yang tempramental tidak mampu memimpin dengan baik. Michael yang oleh anggota keluarga yang lain dianggap sebagai yang paling pendiam, akhirnya berinisiatif membunuh salah satu kepala keluarga mafia lain yang menyebabkan dia akhirnya diasingkan ke Italia selama setahun. Mulai lah karakter Michael terbentuk. Di sana ia sempat menikah dengan perempuan setempat. Saat pengasingannya, Sonny terbunuh.

Setelah setahun berlalu Vito mengumumkan kalau Michael lah kepala keluarga selanjutnya. Hingga akhirnya, Vito pun meninggal. Setelah kematian ayahnya Michael lalu membalas dendam dengan membunuh seluruh kepala keluarga mafia yang dulu bertikai dengan ayahnya dan membunuh pembunuh kakaknya.

(Marlon Brando Sebagai Vito Corleone) 


The Godfather I

The Godfather Part I dirilis pada tahun 1972 berdasarkan novel Mario Puzzo. Film ini mengupas sisi kehidupan dari keluarga mafia dari daerah Corleone, sebuah lokasi di Sisilia, Italia. Digarap dengan sangat rapi, alur cerita yang padat, akting dari bintang-bintang hebat yang sangat berkarakter membuat film The Godfather menjadi box office sepanjang masa. Terbukti di situs database film dunia IMDB, film The Godfather yang mempunyai 3 sequel ini menempati urutan ke-2 sebagai top rated movie di bawah film The Shawshank Redemption.

Film The Godfather Part I yang menjadi potret keluarga mafia di New York diperankan dengan sangat luar biasa oleh Marlon Brando dan Al-Pacino. Marlon Brando memerankan Don Vito dan Al-Pacino berperan sebagai anaknya bernama Michael. Film ini dirilis dan sukses di pasaran, yang kemudian muncul-lah film-film bergenre sejenis di Hollywood yang mengetengahkan kehidupan mafioso. Kemudian film-film Hongkong pun juga menjiplak jalan cerita film ini. Sebut saja film The Dragon Family yang berisi aktor-aktor besar seperti Andy Lau.

Sekarang kita kembali ke sinopsis The Godfather Part I. Film ini diawali dengan serangkaian permintaan tolong dari kolega-kolega sang big boss mafia, Don Vito, yang memohon bantuan darinya untuk membereskan masalah-masalah di pekerjaan maupun urusan pribadi mereka di hari pernikahan putrinya, yaitu Connie Corleone dengan Carlo Rizzi (yang kelak dibunuh oleh Michael Corleone karena terbukti terlibat pembunuhan Sonny Corleone di pintu tol yang sangat mengenaskan itu). Mulai dari pengusaha (Bonasera) yang anak gadisnya dipukul kekasihnya karena menolak disenggamai hingga akibat “kekerasan” itu si gadis menjadi cacat, sampai aktor yang disingkirkan dari perannya (Johnny Fontane) meminta bantuan Don Vito Corleone. Sang Godfather berhasil menumbuhkan loyalitas kepada kolega, teman dan anak buahnya, yang ternyata bukan dengan kekerasan, tapi justru dengan persahabatan dan kekeluargaan. Tetapi ketika menghadapi musuh, dia tidak segan-segan melakukan aksi terornya yang tanpa ampun.

Dalam film ini, perseteruan mulai terjadi ketika Don Vito Corleone ditawari kerjasama oleh kepala gangster lainnya (Virgil Solozzo yang dijuluki si Tukri yang juga otak atas penembakan Don Vito saat membeli buah-buahan karena Don Vito menolak tawaran kerjasama yang diajukannya) untuk menggeluti bisnis narkoba. Si kepala gangster bernama Sollozzo ini menawarkan keuntungan yang sangat menggiurkan kepada Don Vito oleh karena kedekatannya dengan politikus dan polisi. Tetapi Don Vito punya prinsip tidak ingin terjebak di dalam bisnis narkoba, baginya bisnis narkoba bisa merusak negara dan pada akhirnya keluarganyalah yang akan menemui kesulitan. Para loyalis Don Vito seperti Tom Hagen (berdarah Jerman-Irlandia, pengacara), Clemenza (algojo sang big boss) dan anaknya yang bernama Sonny (Santiano Corleone) awalnya sangat tertarik akhirnya mengurungkan niatnya.

Melihat para loyalis yang tertarik itu, tetapi tidak dikabulkan oleh Don Vito, si Sollozzo kemudian melakukan praktek adu domba dan penculikan serta rencana pembunuhan terhadap Don Vito (Marlon Brando). Salah satu loyalis (Luca Brasi) dikirim ke Sollozzo untuk mengetahui konspirasi yang dirancang terhadap dirinya, tetapi naas, si loyalis dibunuh dengan keji. Kemudian pengacara keluarga yang setia Tom Hagen pun diculik, dan Don Vito sendiri ditembak ketika sedang berbelanja buah-buahan. Para pengawalnya ditembak mati, dan si big boss sendiri ditembak berkali-kali, dan dirawat di Rumah Sakit. Tapi nyawanya masih tertolong. 


(Reber De Niro sebagai Vito Corleone Muda)

Keluarga Don Vito yang sempat tercerai berai sementara dan diteror oleh peristiwa ini bersyukur mempunyai loyalis-loyalis yang siap mati. Ketika tidak ada kepemimpinan di keluarga, muncul kisah heroik dari Michael Corleone yang justru anak paling bungsu. Diawali dengan keberaniannya seorang diri menjenguk ayahnya ke rumah sakit, si Michael (yang sedang berpacaran dengan Kay Adams) yang diperankan oleh Al Pacino berhasil menyelamatkan nyawa ayahnya dari tangan musuh yang berkomplot dengan kepala polisi (McCluskey) yang korup. Seandainya Michael tidak datang saat itu, rumah sakit yang tampaknya sengaja dikosongkan penjagaannya, mungkin nyawa ayahnya sudah dibunuh oleh musuh.

Kemudian setelah itu, Michael yang tidak pernah bergelut di dunia hitam ini mengajukan diri menjadi negosiator mewakili ayahnya bertemu dengan musuh ayahnya yang tidak berhasil membunuh, yaitu Virgil Sollozzo yang didampingi kepala polisi korup, yaitu McCluskey. Dibalik pertemuan yang disepakati dilakukan di restoran, ternyata keluarga mafia Corleone telah mempersiapkan balas dendam. Pistol telah disiapkan di toilet oleh loyalis untuk membunuh Sollozzo dan kepala polisi. Alhasil, restoran tempat pertemuan menjadi tempat pembantaian berdarah dingin oleh Michael Corleone.

Michael Corleone yang menjadi pelaku pembunuhan akhirnya diselundupkan pulang ke sebuah desa kecil di Sisilia, Italia. Di sana diceritakan kisah romantis kehidupannya bersama seorang gadis cantik kembang desa (Apollonia) yang akhirnya dinikahinya. Tetapi perjalanan cinta di Italia tersebut tidak berjalan lama, ternyata musuh keluarga Corleone sudah menyuap salah satu bodyguardnya (Fabrizio) yang menempatkan bom di mobil yang dikendarai oleh istrinya yang cantik tersebut, saat istrinya hendak belajar menyetir dan bom itu meledak saat Apollonia memutar kunci kemudi mobil.

Begitulah, istri Michael, Apollonia yang cantik, itu pun mati, dan terpaksa Michael kembali dipulangkan ke New York. Kebetulan peperangan terbuka sudah terjadi antara keluarga Vito Corleone dan kepala mafia lainnya, berujung pada matinya Sonny Corleone, anak tertua Don Vito. Sonny dibunuh karena hendak membalaskan dendam kepada adik iparnya (Carlo Rizzi) yang kerap melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga kepada adik mereka Connie yang diperankan oleh Thalia Shire yang juga berperan sebagai istri Silvester Stallone (The Rocky).

Ternyata para pembunuh sudah bersiap di pintu gerbang perumahan yang menuju rumah Connie. Di gerbang itulah Sonny dihabisi dengan berondongan puluhan kali peluru. Dari peristiwa ke peristiwa perseteruan antar gang, Don Vito akhirnya memutuskan untuk menginisiasi gencatan senjata. Rapat para kepala mafia pun diadakan. Don Vito yang tidak mau lagi kehilangan anggota keluarga lain membuka pintu damai dengan semua keluarga mafia lainnya. Meski dia tahu, salah satu peserta yang hadir saat itu, yaitu Emilio Barzini, adalah otak pembunuhan Sonny Corleone dengan meperalat Carlo Rizzi (menantunya Don Vito sendiri).

Dengan lapang dada, Don Vito bertekad tidak akan balas dendam atas kematian Sonny, anak sulungnya. Dan dia pun bersedia untuk kerjasama dengan keluarga mafia lainnya, bahkan dia tidak sanggup menolak mengelola bisnis narkoba dengan persyaratan tidak diedarkan di sekolah dan diedarkan kepada kaum negro di seputaran kota New York.

Setelah itu, Don Vito yang sudah tidak sehat dan merasa sudah tua menyerahkan tampuk pimpinannya kepada anak tersayangnya Michael Corleone. Setelah ayahnya meninggal dunia, Michael yang sudah diperingatkan oleh ayahnya akan kelicikan salah satu kepala mafia, yaitu Emilio Barzini, yang juga merupakan mastermind dari semua peristiwa rencana pembunuhan dirinya dan pembunuhan Sonny, mengambil langkah cepat. Menunggu waktu yang tepat dengan menyusun alibi, pada hari di mana anak Connie dibaptis dan Michael menjadi ayah baptis (tradisi gereja Katolik), anak-anak buah keluarga Corleone membunuh satu per satu musuh keluarga Corleone atas perintah Michael Corleone (Al-Pacino).

Emilio Barzini pun menjadi salah satu korban. Selain itu, Michael Corleone juga menghabisi pengusaha kasino di Las Vegas yang menghalangi dirinya untuk membeli saham mayoritas bisnisnya. FYI, Michael memang ingin melebarkan bisnis ke Las Vegas karena kota New York sudah tidak kondusif. Perang terhadap mafia memang mulai dicanangkan oleh pemerintah federal. Selain balas dendam kepada musuh keluarga, Michael pun membersihkan anggota keluarga dan loyalis yang dianggap dan diyakininya menjadi musuh dalam selimut. Adik iparnya, yaitu Carlo Rizzi, yang sering ringan tangan terhadap adiknya terbukti dan mengaku (atas desakan Michael) terlibat pembunuhan Sonny. Melalui interogasi penuh tipu muslihat yang dilakukan Michael itu, Carlo Rizzi yang dijanjikan akan diampuni jika mengakui dosanya, akhirnya dieksekusi oleh Clemenza di dalam mobil dengan cara dicekik dari belakang dengan menggunakan kawat.

Di akhir film The Godfather I ini, diceritakan Michael Corleone menjadi sangat kuat dan ditakuti oleh kawan maupun lawan. Tangan besinya ternyata sangat ampuh untuk membentuk wibawanya menjadi bos mafia. Dan akhirnya, untuk menyudahi tulisan ini, sebagai sebuah film action dan drama, film The Godfather ini mendapatkan 3 piala Oscar dan beberapa penghargaan bergengsi lainnya. Di IMDB, anda bisa cek online posisi The Godfather berada di posisi kedua dengan nilai rating 9,2. Angka yang sangat fantastis untuk film lawas. Film lawas, yang untuk sejumlah orang, tetap memikat untuk kembali disimak. 

1 komentar: